5 Tips Aman Berinvestasi Emas

5 Tips Aman Berinvestasi Emas

Sebagaimana pernah dibahas di artikel sebelumnya tentang bagaimana mengelola sisa gaji salah satunya adalah dengan investasi. Tujuan dari investasi selain untuk mendapatkan return di masa mendatang juga untuk menjaga turunnya nilai uang kita terhadap laju inflasi. Tanpa kita sadari inflasi terus menerus ‘merampok’ kekayaan kita. Inflasi adalah kondisi dimana nilai mata uang suatu negara mengalami penurunan yang ditandai dengan naiknya harga-harga barang komoditas. Setahun yang lalu dengan uang Rp 50.000 kita sudah bisa membeli sembako dalam jumlah yang cukup. Tapi sekarang hanya beberapa saja yang bisa kita beli. Begitu juga dengan uang yang kita tabung. Dua atau tiga tahun lagi uang yang terkumpul mungkin nilainya sudah jauh menurun.

Nah ada baiknya jika mulai sekarang kita men-diferensiasikan investasi kita dalam bentuk yang lain. Selain tabungan, kebanyakan orang senang berinvestasi dengan membeli emas. Hal ini cukup beralasan karena emas merupakan aset yang harganya relatif stabil bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu. Jika kita perlu dana,emas bisa dijual sewaktu-waktu (liquid). Sebagian orang terutama kaum wanita umumnya lebih memilih membeli perhiasan emas untuk dikenakan sehari-hari berupa kalung, gelang, cincin dan lainnya. Namun ada juga yang memilih membeli emas dalam bentuk logam mulia/batangan.

Ada beberapa tips aman dalam berinvestasi emas antara lain :

1.Belilah emas yang bersertifikat logam mulia (24 karat)

IMG_20151207_062518
Emas Logam Mulia

Selain bentuk perhiasan,emas juga ada yang berupa batangan logam mulia dengan kadar 99,99%. Emas logam mulia harga purnajualnya relatif stabil. Tersedia berbagai macam ukuran mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, dan lainnya. Jika ingin membeli emas perhiasan sebaiknya pilih yang kadarnya 60%-70% agar harga jual di masa mendatang masih relatif tinggi. Untuk mendapatkan emas logam mulia kita bisa membelinya di PT.Antam, Pegadaian,dll.

2.Jangan seluruhnya kita belikan emas.

Ingat kita cukup mendiferensiasi,bukan mengkonversi seluruh uang kita menjadi emas.Bagaimanapun juga investasi emas juga mengandung resiko fluktuasi harga dan lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Filosofi investasi “Don’t put your eggs in a basket”. Jadi sisakan dana untuk disimpan di tabungan/deposito untuk kebutuhan mendesak.

3. Simpan di tempat khusus

Mengingat nilainya yg tinggi,sebaiknya emas disimpan di tempat khusus (brankas,safety box,dll) agar terpisah dengan barang lainnya dan terjaga bentuk serta kualitasnya. Beberapa bank menyediakan jasa persewaan safe deposit box untuk menyimpan barang/surat berharga dengan tarif sewa yang terjangkau.

4.Cek Harga

Sebelum menjual emas,lakukan cek harga jual terlebih dahulu.Seringkali harga toko satu dengan yg lain tidak sama.Pilih harga yg tertinggi agar mendapat return yg lebih besar. Sebaliknya ketika hendak membeli, pastikan harga belinya tidak terpaut jauh dengan harga pasar. Untuk harga emas logam mulia bisa cek di www.logammulia.com

5.Pelajari Trend

Sebelum membeli atau menjual emas ada baiknya kita perlu mengenali trend naik turunnya harga emas. Intinya usahakan membeli ketika harga emas dalam trend menurun,sebaliknya menjualnya ketika harga sedang naik. Beberapa faktor yang berpengaruh pada pergerakan harga emas antara lain suku bunga, harga minyak dunia, kurs dollar, atau pada momen-momen tertentu seperti lebaran dan musim haji.

Salam Share,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s