Alasan Sulitnya Memasarkan Asuransi Di Indonesia

Alasan Sulitnya Memasarkan Asuransi Di Indonesia

Siang itu jam di kantor menunjukkan pukul 14.15. Seperti biasa semuanya larut dalam kesibukan pekerjaannya. “Maaf, Saya gak butuh asuransi”. Terdengar nada bicara teman saya mengakhiri pembicaraan di ponselnya. Spontan suara itu sedikit memecah kesunyian di ruangan kerja kami. Rupanya dia baru saja mendapat penawaran telemarketing dari salah seorang agen asuransi. Ya, bicara mengenai asuransi memang bukan topik yang menarik bagi sebagian orang. Asuransi masih belum dianggap sebagai kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia, tapi lebih sebagai kebutuhan sekunder bahkan tersier (barang mewah). Sebenarnya apa dan bagaimana sih asuransi.

Selama ini masih banyak yang beranggapan ikut asuransi hanya buang-buang uang, preminya mahal, proses klaim yang berbelit dan lain sebagainya. Stigma negatif ini yang menyebabkan sulitnya para agen asuransi memasarkan produknya. Menurut laporan OJK, ada sekitar USD 14 miliar potensi premi asuransi umum yang belum tergarap atau tersentuh di Indonesia. Jumlah itu setara dengan Rp 190,4 triliun (kurs Rp 13.600 per dolar AS). Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih 200 juta, tentu merupakan pasar potensial bagi industri asuransi di Indonesia. Tak heran banyak bermunculan perusahaan-perusahaan asuransi asing yang melebarkan sayapnya membuka cabang di Indonesia.

Definisi Asuransi

Landasan hukum asuransi di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1992, tanggal 11 Februari 1992. Asuransi adalah konsep pengalihan dan pengelolaan risiko dari para nasabah yang bersedia membayar iuran premi, yang nilainya lebih kecil kepada perusahaan asuransi yang bekerja secara profeisonal mengumpulkan dan mengelola premi dan risiko (sumber : Buku Literasi Keuangan – Asuransi/ OJK). Sedangkan yang dimaksud dengan risiko asuransi adalah kemungkinan atau potensi kerugian yang timbul akibat sesuatu yang tidak dikehendaki dimana risiko tersebut harus mengandung unsur ketidakpastian dalam hal waktu, tempat, dan kepada siapa peristiwa itu terjadi.

Adanya unsur ketidakpastian atas risiko yang terjadi tersebut yang melatarbelakangi sebagian besar masyarakat masih enggan ikut program asuransi dengan membayar premi secara rutin untuk hal yang belum tentu terjadi. Sehingga statement teman saya di awal tadi mungkin cukup wajar dan beralasan. Sebaliknya sering kita jumpai, beberapa orang menyesal tidak ikut asuransi manakala terjadi hal-hal yang tidak diingiinkan, seperti sakit, kecelakaan, kebakaran, kehilangan, dan sebagainya.

Fungsi Asuransi

Secara garis besar ada dua fungsi utama dari asuransi, yaitu memberi perlindungan atas musibah meninggal, sakit, kebakaran, dan lain-lain yang dapat terjadi pada diri seseorang, dan keluarga, dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Fungsi yang kedua adalah memberikan pengembalian investasi (uang tunai) yang dijamin oleh pihak perusahaan asuransi apabila terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan.

global_images_insurance_life-car-health-ssk_100070060
sesuaikan asuransi antara kebutuhan dan kemampuan finansial

Tips Berasuransi

  • Tetapkan risiko yang ingin ditransfer atau alihkan pada perusahaan asuransi. Contoh asuransi jiwa, kesehatan, kebakaran, dll.
  • Bandingkan sedikitnya dari 2 perusahaan asuransi untuk produk yang sejenis, guna mengetahui mana yang lebih baik. Masing-masing perusahaan asuransi mempunyai fitur yang berbeda, baik dari segi premi, manfaat, dan layanan lainnya. Sebaiknya pilih perusahaan asuransi yang kredibel dan sudah terdaftar di OJK.
  • Sesuaikan premi dengan kemampuan finansial. Saat ini sudah banyak produk asuransi yang preminya bisa dibayarkan secara bulanan, 6 bulanan atau tahunan. Beberapa finansial planner menyarankan anggaran ideal untuk premi asuransi adalah sebesar 10% – 15% dari pendapatan kita.
  • Pelajari dengan seksama polis yang diterima dari agen asuransi apakah klausul-klausul dalam polis sudah sesuai dengan yang ditawarkan oleh agen asuransi. Tanyakan dan minta penjelasan secara detail untuk hal-hal yang belum dipahami dalam polis asuransi yang kita ikuti.
  • Tata cara mekanisme klaim. Inti dari asuransi adalah pada proses klaim. Tanyakan bagaimana proses pengajuan klaim, apa saja persyaratannya, berapa hari proses pencairannya dan berapa besar nominal penjaminannya.

Asuransi memang penting, tapi mau berasuransi tidak sangat bergantung pada kemampuan finansial kita. Saat ini pemerintah pun mulai mendorong kesadaran masyarakat dalam berasuransi yaitu dengan mengikuti program asuransi mandiri melalui bpjs kesehatan dengan premi bulanan yang ringan. Sekian dulu artikel minggu ini, semoga bisa menambah wawasan kita tentang asuransi.

 

Salam Share,

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s