Ketahui Beberapa Penyebab Mutasi Kerja Berikut Ini

Ketahui Beberapa Penyebab Mutasi Kerja Berikut Ini

Mutasi Kerja – Baru-baru ini seorang sahabat berkeluh kesah tentang permasalahan yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Setelah sekian lama bekerja di kota kelahirannya, karena sebab dan lain hal, dia harus di mutasi atau pindah ke kantor cabang lain di luar kota. Sepintas ini hanyalah sebuah masalah kecil yang sudah sangat umum terjadi di dunia kerja. Namun bagi sebagian orang bisa jadi sesuatu yang sangat menguras pikiran dan bisa menimbulkan demotivasi. Pindah di tempat baru, berarti harus beradaptasi dengan lingkungan baru, meninggalkan keluarga dan kenyamanan yang sudah dirasakan selama ini. Baca juga : Baru Bekerja, Baca 5 Hal Penting Setelah Menerima Gaji Pertama

Mutasi kerja adalah sesuatu yang kerap terjadi, terutama jika kita bekerja di sebuah perusahaan yang mempunyai beberapa kantor cabang atau anak perusahaan. Bisa atas kemauan sendiri, bisa pula karena kebijakan perusahaan. Mutasi bisa dilakukan antar cabang di kota yang sama, bisa pula di luar kota atau bahkan di luar negeri untuk sebuah perusahaan multinasional. Ada 4 pertimbangan yang dijadikan dasar manajemen perusahaan melakukan mutasi karyawan, diantaranya :

  1. Promosi Jabatan
    Promosi jabatan adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh seluruh karyawan sebagai bentuk apresiasi manajemen atas loyalitas, kinerja, maupun masa kerja. Namun konsekuensinya, promosi jabatan seringkali diiringi dengan mutasi kerja. Misal, perusahaan membuka kantor cabang baru sehingga membutuhkan orang-orang baru untuk mengisi pos-pos jabatan yang ada.
  2. Pemenuhan Formasi
    Ketika anda mendapatkan promosi jabatan, maka otomatis terjadi kekosongan di jabatan yang lama. Sehingga manajemen harus segera mengisi dengan orang baru agar tidak mengganggu operasional perusahaan. Mutasi juga bertujuan untuk pemenuhan formasi yang ditinggalkan oleh pegawai sebelumnya.
  3. Penyegaran
    Selain karena kenaikan jabatan, mutasi juga bisa dilakukan di jabatan yang setingkat atau sama. Manajemen terkadang memandang perlu dilakukan penyegaran atau rotasi di posisi tertentu. Ini bisa terjadi di tingkatan manajer sampai di level pelaksana. Misal manajer pemasaran cabang A dipindah ke cabang B, kepala cabang C dimutasi menjadi kepala cabang D, dan seterusnya.
  4. Sangsi
    Mutasi juga bisa sebagai sarana hukuman disiplin terhadap pegawai. Misalnya karena penurunan kinerja, sering terlambat kerja dan tindakan indispliner lainnya. Dengan di mutasi, diharapkan pegawai yang bersangkutan mau berbenah dan memperbaiki performa kerjanya.

Sejak awal proses rekruitmen pegawai, seringkali perusahaan sudah menegaskan kesediaan untuk ditempatkan di mana saja. Sehingga, sebagai seorang karyawan dituntut untuk tetap bersikap profesional, termasuk dalam menghadapi mutasi kerja. Jauhnya penempatan atau besarnya target yang diberikan manajemen tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kinerja. Jika tidak siap, mungkin sebaiknya anda mempertimbangkan untuk segera resign dari pekerjaan saat ini. Dan orang lain akan menggantikan posisi anda sekarang.

Sisi positifnya adalah anda bisa mengenal orang-orang baru, memperluas jaringan pertemanan antar karyawan. Tempat kerja baru bisa menjadi sebuah tantangan yang akan menjadikan motivasi kerja. Tapi tentu saja kembali pada individu masing-masing. Bukan hal mustahil setelah dimutasi justru karir anda, semakin meningkat. Selamat berkarya.

Salam Share,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s