Apapun Profesinya, Bisa Punya Pensiunan Seperti Pegawai Negeri

Apapun Profesinya, Bisa Punya Pensiunan Seperti Pegawai Negeri

Dana Pensiun – Tidak bisa dipungkiri, salah satu daya tarik menjadi pegawai negeri sipil (PNS) adalah mendapat tunjangan pensiun yang bisa dipakai untuk kebutuhan hidup di masa tua. Di saat sudah memasuki usia tidak produktif namun masih mendapatkan penghasilan sendiri yang menjadi tanggungan pemerintah, tentu merupakan impian semua orang. Sehingga tiap tahun animo masyarakat untuk mengadu nasib menjadi pns begitu besar. Setiap proses rekrutmen pns selalu dijejali ribuan pelamar. Darimanakah pemerintah bisa membayarkan tunjangan pensiun ini? Mari kita pelajari alurnya.

Selain dari pos belanja pegawai di APBN yang menjadi tanggungan pemerintah, sebagian dari tunjangan pensiunan ini berasal dari potongan gaji para PNS sendiri. Besarnya berkisar 4,75% dari gaji pokok. Potongan gaji tersebut selanjutnya akan disetorkan ke sebuah perusahaan dana pensiun milik pemerintah yaitu PT. Taspen (Persero). Nah, perusahaan inilah yang menghimpun, mengelola dan membayarkan uang pensiunan nantinya. Bulan ke bulan, tahun ke tahun, iuran ini akan terakumulasi dan akan dibayarkan sebagai uang pensiun bulanan ketika sudah memasuki masa purna tugas (pensiun). Rata-rata masa kerja pegawai negeri dari jalur non honorer berkisar antara 23 – 35 tahun. Bisa dibayangkan berapa akumulasi dana yang akan terkumpul.

Tak perlu berkecil hati, gak perlu harus jadi PNS untuk bisa dapat pensiun bulanan. Apapun profesi yang kita jalani, kita juga bisa mendapatkan uang pensiun bulanan layaknya pegawai negeri.

Lho kok bisa, gimana caranya? Ya, tentunya tetap dengan alur yang sama yaitu dengan mengikuti program investasi dana pensiun. Hanya saja karena kita bukan pns, maka dana pensiun yang kita ikuti adalah dana pensiun kepesertaan individu atau mandiri. Saat ini sudah banyak berdiri perusahaan-perusahaan pengelola dana pensiun, seperti dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Manulife, DPLK BRI, Mandiri DPLK, dll. BPJS ketenagakerjaan juga termasuk salah satu diantaranya yang memiliki program dana pensiun. Lembaga-lembaga dana pensiun ini diatur dalam Undang-Undang No.12 Tahun 1992 tentang dana pensiun dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara kepesertaan dana pensiun sendiri atau mandiri ini relatif mudah. Untuk pekerja di sektor formal bisa mendaftarkan secara kolektif yang dikordinir oleh perusahaan tempat bekerja. Atau bisa juga mendaftar perseorangan. Begitu juga dengan yang berprofesi wiraswasta atau yang bekerja di sektor informal seperti petani, nelayan, pedagang, dll juga bisa mendaftar secara mandiri. Ketika sudah terdaftar, maka setiap bulan kita harus menyisihkan gaji atau penghasilan untuk membayar iuran pensiun. Besarnya bervariasi bergantung dengan lamanya usia pensiun dan nominal pensiun yang ingin didapat. Untuk kepesertaan mandiri, kita bisa menentukan sendiri batas usia pensiun normal (minimal sampai usia 40 tahun).

  Related Article :                                                                                                                                                Reksadana, Alternatif Investasi Jaman Now

Masing-masing DPLK mempunyai karakteristik produk berbeda dan minimal setoran yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial nasabah. DPLK BRI misalnya, cukup dengan setoran minimal Rp. 100.000 tiap bulan sampai mencapai usia pensiun yang sudah ditentukan. Setoran tersebut akan dikelola dan diinvestasikan oleh pihak DPLK sesuai dengan pilihan kita, agar bisa terus berkembang.  Hasil pengembangan dana selanjutnya bisa dibayarkan sekaligus atau setiap bulan ketika sudah memasuki usia pensiun. Sebagaimana produk investasi keuangan lainnya, investasi di DPLK ini juga memiliki resiko berupa naik turunnya hasil investasi yang harus dipahami. Contoh simulasi perhitungan dana pensiun dari DPLK BRI bisa di akses di dplk.bri.co.id

Mengingat ini adalah kepesertaan mandiri, maka sangat menuntut kedisplinan pribadi untuk rutin menyetorkan sebagian dari penghasilan pribadi yang sudah kita tetapkan ke dana pensiun agar kelak mencapai hasil maksimal dan bisa digunakan sebagai tunjangan di hari tua atau pensiun bulanan selayaknya pegawai negeri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s