Beli Rumah Jangan Asal KPR ( 1 )

Kredit Rumah – Kredit Pemilikan Rumah  atau KPR tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Salah satu kredit bank yang jadi primadona bagi mereka yang berkeinginan membeli rumah. Dengan semakin melonjaknya harga rumah dari tahun ke tahun berpengaruh terhadap daya beli properti masyarakat untuk membeli secara tunai. Terlebih bagi pasangan-pasangan muda yang baru menikah atau mereka yang baru bekerja tentunya kemampuan finansialnya masih sangat terbatas ketika berkeinginan membeli rumah sendiri. Sehingga skema pembiayaan kredit  atau KPR melalui perbankan menjadi pilihan utama.

Beli rumah jangan asal kpr. Judul artikel ini mewakili banyak orang yang “menyesal” setelah memiliki kredit KPR di bank. Memiliki dan menempati rumah idaman dari hasil pembiayaan kredit perbankan, namun gelisah karena tak kunjung lunas, surat-surat bermasalah, angsuran yang naik tinggi di tengah-tengah periode, dan sebab lainnya. Kredit kpr mempunyai karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan kredit lainnya. Kali ini ruangshare akan mecoba mengulas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengambil kredit pemilikan rumah (kpr) di bank. Empat hal utama tersebut diantaranya : Tingkat Penghasilan, Bank, Suku Bunga, Developer dan Sistem Angsuran Anuitas. 

Perumahan
Contoh Perumahan – Gambar : halomoney.co.id
  • Tingkat Penghasilan

Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah seberapa besar tingkat penghasilan saat ini sebagai sumber utama pembayaran angsuran nanti. Tingkat penghasilan ini juga akan menentukan pilihan jangka waktu kredit yang akan dianalisa oleh pihak bank. Semakin pendek jangka waktu, maka angsuran akan semakin besar, dan sebaliknya. Untuk kredit kpr di bank umumnya bisa berlaku jont income, yaitu apabila suami/istri juga memiliki penghasilan tetap bisa digabungkan untuk diperhitungkan sebagai sumber pembayaran. Maksimum angsuran yang diperbolehkan umumnya antara 70% – 75% dari gaji atau penghasilan bersih, tergantung kebijakan masing-masing bank. So, sebelum mengajukan kredit kpr, silahkan hitung secara cermat tingkat penghasilan anda terlebih dahulu. Sesuaikan jangka waktu kredit dengan tingkat penghasilan agar tidak merasa berat nantinya.

  • Bank

Setelah mencari rumah idaman, bernegoisasi harga dan sebagainya, tahap selanjutnya adalah eksekusi atau proses jual beli. Disini biasanya pihak developer akan memberikan sejumlah pilihan bank yang sudah bekerja sama dengan mereka untuk pendanaan pembelian rumah. Namun tidak menutup kemungkinan, anda dibebaskan untuk mencari sendiri bank rekanan. Saat ini selain bank konvensional, bank syariah juga mulai giat mengucurkan kredit kpr dengan skema murabahah. Secara persayaratan pada dasarnya sama. Yang membedakan adalah metode angsurannya. Jika di bank konvensional angsuran bisa berubah-ubah, di bank syariah menggunakan angsuran tetap dari awal hingga akhir jangka waktu kredit. Meskipun demikian, masing-masing tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebaiknya pilih bank rekanan yang mempunyai reputasi bagus, program pemasaran menarik, persayaratan kredit yang tidak berbelit, biaya realisasi yang lebih murah, dan sebagainya. Alangkah baiknya bila melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memutuskan bank mana yang akan dipilih. Selanjutnya

Baca juga : Biaya Realisasi Kredit KPR di Bank

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s