Tottenham Hotspur, Tim Nyaris Juara Yang Terus Diuji

Tottenham Hotspur, Tim Nyaris Juara Yang Terus Diuji

Shock!!! Satu kata yang terlintas melihat hasil pertandingan kedua penyisihan grup B Liga Champions 2019-2020 tadi malam yang berakhir dengan kekalahan telak 2-7 atas Bayern Muenchen. Terlebih kekalahan ini terjadi di kandang sendiri. Para fans tentu bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan klub ini.

Terlepas dari lawan yang memang mempunyai track record kuat di persepakbolaan Eropa, kekalahan telak ini sontak menimbulkan banyak reaksi negatif dari para suporter, official tim, maupun pengamat bola.

Berbekal dengan posisi runner up Liga Champions di musim sebelumnya, Spurs membawa ekspektasi tinggi di musim ini. Nyaris tidak ada perubahan squad yang berarti dari musim sebelumnya, dan dengan pelatih yang masih sama pula, Mauricio Pochetino. Tim ini lambat laun mempunyai kedalaman squad yang mumpuni. Beberapa pemainnya pun menghuni timnas negaranya. Mulai dari jajaran kiper, bek, mildfielder, hingga sang ujung tombak, Harry Kane. Jajaran pemain hebat pernah menghuni squad tim di masa lalu. Paul Gascoigne, Gary Lineker, Robbie Keane, Juergen Klinsman, Luka Modric, dan Gareth Bale adalah beberapa diantaranya.

Di liga domestik, Tottenham Hotspur bukanlah sebuah tim yang bisa dianggap remeh. Dengan materi pemain yang ada saat ini, mampu merepotkan tim-tim lawannya. Setidaknya dalam kurun 4 musim terakhir, di bawah kepelatihan Pochettino, selalu menduduki jajaran ‘The Big Four’ di klasemen akhir liga Inggris. Mengalahkan dominasi tim-tim besar seperti Manchester United, Chelsea, maupun Arsenal. Dengan gaya kepelatihan Pochetino yang dingin, mampu mengubah pola permainan Spurs menjadi tim dengan gaya menyerang yang sabar namun tetap agresif.

Tim Nyaris Juara?

tottenham-hotspur-players-1819-maxi-poster-1.175

Dua kali finish sebagai runner up di dua ajang yang berbeda di era kepelatihan Pochettino. Yaitu runner up Liga Inggris, musim 2016-2017. Dan runner up Liga Champions Eropa, musim 2018-2019. Berjarak 7 poin dengan pemuncak klasemen, Spurs harus merelakan trophy juara liga Inggris pada Chelsea saat itu. Dan penampilan antiklimaks di final liga champions, Spurs harus mengakui kekalahan 0-2 dari Liverpool yang berhasil merengkuh juara Liga Champions 2019.

Berkaca dari dua hasil tersebut, apakah layak Spurs dijuluki sebagai tim nyaris juara? Sejarah mencatat, Spurs hanya pernah dua kali menjadi juara liga Inggris, yaitu di musim 1950-1951 dan 1960-1961. Sementara di ajang liga Champions belum pernah mencatatkan namanya sebagai kampiun. Para fans tentu sudah sangat merindukan trophy juara lagi. Terlebih dengan melihat tren positif penampilan Spurs dalam beberapa tahun terakhir. Harapan itu ada di pundak Hugo Lloris, Toby Alderweireld, Delle Ali, Christian Eriksen, Son Heung Min, Harry Kane,dkk.

Baca juga : Gaya Kepelatihan Mourinho

Sekali lagi, kekalahan telak dari Bayern Muenchen ditambah belum impresifnya penampilan di 7 pertandingan awal liga Inggris, menjadi sebuah ujian bagi Spurs musim ini dan peringatan bagi Spurs untuk berbenah. Pertaruhan jabatan bagi sang manajer dan pelatih. Coach Pouchettino harus segera berpikir keras untuk bisa mengembalikan pola permainan apik dari Spurs dan mengembalikan kepercayaan diri pemain. Akankah di akhir musim ini Spurs mampu merebut trophy juara atau justru mengalami nasib serupa, nyaris juara…

Come On You Spurs !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s