Heboh Komisaris Utama Baru Pertamina

Gerbong pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi mulai bergerak. Sejumlah menteri telah menduduki posnya masing-masing di kabinet Indonesia Maju. Ada wajah-wajah baru, ada pula birokrat lama yang tetap atau bergeser ke posisi yang lain. Setelahnya, publik juga dihebohkan dengan sosok-sosok yang menduduki jabatan di luar lingkup kementrian. Seperti di jajaran kementrian BUMN misalnya.

Beberapa waktu lalu setelah sempat memunculkan berbagai opini, akhirnya menteri BUMN yang baru, Erick Thohir menunjuk Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai komisaris utama Pertamina. Sebuah perusahaan BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak, yaitu minyak. Penunjukkan ini memunculkan kehebohan publik mengingat figur Ahok yang temperamen selama menjadi gubernur DKI Jakarta dulu.

Siapa yang tak tahu sepak terjang Ahok, yang kini selepas keluar dari penjara meminta untuk dipanggil BTP saja. Pria yang memulai karir politik di Bangka Belitung, sukses menjadi anggota DPRD, lalu DPR, Wakil Gubernur dan terakhir menjadi pengganti Jokowi sebagai Gubenur DKI Jakarta, dan kini menjabat sebagai komisaris utama Pertamina.

Namanya sempat tenggelam ketika dipenjara karena ucapannya yang dianggap menyakiti umat muslim. Setelah bebas dari penjara, masih banyak yang berharap BTP dipanggil menjadi dewan pengawas KPK atau menjadi menteri. Namun sampai detik terakhir namanya tetap tidak dipanggil sebagai menteri Jokowi periode ke-2. Gayung bersambut ketika Erick Thohir Menteri BUMN yang secara mengagetkan mengundang BTP di kantor kementrian BUMN.

Banyak yang tidak menduga BTP akan menjadi salah satu Bos di BUMN. Ketika lawan- lawan politiknya masih sibuk memframing cap penista agama yang dilarang menjabat Wapres atau Menteri dan ternyata BTP akan dijadikan pemain penting di Pertamina. Selain ketegasan sikap anti korupsinya, BTP adalah seorang lulusan Geologi, sebuah disiplin ilmu yang sesuai dengan aktivitas bisnis Pertamina. Inilah yang mendasari Errick Tohir untuk menunjuk BTP sebagai sosok yang tepat untuk menduduki jabaran itu.

Dan, belum dilantik saja BTP sudah menimbulkan kontroversi dan penolakan oleh “Serikat Pekerja” Pertamina. Hal ini terbukti dari berbagai macam spanduk dengan kalimat yang membikin kita mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak isi tulisan tersebut adalah Tolak Biang Rusuh, Biang Gaduh dan bermulut kotor. Menanggapi hal tersebut BTP hanya menanggapi santai dan berkata “saya ini S3 lulusan Mako Brimob lho” kata dia terkekeh dan menyebut serikat pekerja pertamina belum mengenal saya saja. Lagi-lagi banyak pihak menganggap penolakan ini bersifat politis, padahal sudah puluhan kali Pertamina memilih Komut namun hanya pengangkatan ini saja yang menimbulkan gejolak.

Tepat pada tanggal 25 November 2019 resmi menjadi Komisaris Utama PT Pertamina menggantikan Tanri Abeng. Kini BTP ditantang untuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan yang benar-benar bersih dan berdaya saing serta mampu bersinergi antar BUMN. Bahkan tradisi seperti di balaikota Jakarta pada saat BTP menjabat sebagai Gubernur akan dia lakukan kembali yaitu pengaduan masyarakat setiap pagi. BTP berharap dengan adanya pengaduan ini akan membuat Pertamina lebih baik ke depannya. Erick percaya BTP lah figur pendobrak supaya Pertamina bisa mencapai target-target dan mengurangi impor migas yang selama ini selalu merugikan negara.

Selamat bekerja Pak BTP.

Ditulis oleh : Bang Zul